Yuk Cermati Petunjuk Teknis Penerbitan Faktur Pajak Pada Aturan Barunya!
(+) “Bro.. Bro, makan siang yuks, rajin banget udah waktunya istirahat masih mantengin komputer aja”
(-) “Nanggung nih Bro, Gue lagi mantengin peraturan pajak terbaru, pusing juga Gue bacanya..”
(+) “Cieee, karyawan teladan.. dilanjut ntar abis istirahat aja deh, laper banget nih Gue”
(-) “Ah, Lo mau buru-buru ke kantin mau ngecengin anak baru yang ada di divisi sebelah kan yang suka makan di pojok kantin, hahaaa..”
(+) “Ishhh, Gue mah enggak bakal nduain pacar Gue, Lo aja kali..”
(-) “Hahaaa.. cieee yang enggak tergoda pengin pacar baru, seriusssss?!! Gue enggak percaya, hahaaa”
(+) “Yeeee, emang Gue kayak peraturan pajak, yang sering gonta-ganti, labil gitu, hahaaa”
(-) “Yaa,, beti-beti lah, beda-beda tipis, hahaaa..”
(+) “Yeee, siapa bilang.. udah yuuuk, buruan nengokin kantin deh, emang Lo lagi baca peraturan apa sih, serius amat?
(-) “Nih, Bro DJP telah menerbitkan petunjuk teknis penerbitan faktur pajak dalam
rangka pelaksanaan PMK 131/2024 yang ada di PER 1/PJ/2025, Lo udah baca
belum?”
(+) “Mana sempet Gue baca Bro, Lo kan tau sendiri gimana ribetnya kerjaan Gue,
emangnya intinya gimana sih Bro?”
(-) “ Jadi ada tiga point penting Bro di dalam aturan tersebut. Pertama, terkait dengan
penyesuaian sistem administrasi wajib pajak dalam menerbitkan faktur pajak
dan cara pengembalian pajak jika PPN sebesar 12% terlanjur dipungut yang
seharusnya adalah sebesar 11%. Kedua, memberikan masa transisi selama 3
bulan, yaitu sejak 1 Januari sampai 31 Maret 2025 untuk mengakomodasi
kebutuhan pelaku usaha. Ketiga, dalam hal terjadi kelebihan pemungutan PPN
sebesar 1% dari yang seharusnya 11% tetapi terlanjur dipungut sebesar 12%
maka pembeli dapat meminta pengembalian kelebihan pemungutan PPN
sebesar 1% kepada penjual dan atas permintaan pengembalian tersebut, PKP
penjual melakukan penggantian faktur pajak.
(-) “Wuidih penjelasannya mantap banget Lo Bro panjang kali lebar, tapi sayang
otak Gue belom sampe sana cernanya hahaha
