Udah Kepo Salah Lagi
(-) “ Ciyeeeee yang lagi serius tulis surat cinta ini yee. Btw buat siapa itu surat cintanya?”
(+) “ Hahaha udah kepo salah lagi Lo, ya kali gitu masih jaman tulis surat cinta hari gini.
(-) “ Ya salah deh, Gue kira Lo mau kirim surat cinta gitu kayak jaman sekolah hahaha
(+) “ Ya enggaklah emangnya Lo hari gini masih jaman – jamannnya tulis surat cinta hehehe
(-) “ Jiahahaha kenapa jadi di balikin ke Gue? Terus kalo lagi enggak tulis surat cinta, nulis
apa donk?”
(+) “ Biarin saja, abisnya Lo kepo sih,,,,wkwkwkw. Mau tahu banget atau mau tahu aja nih…
(-) “ Mau tahu banget lah,,,, lagian pakai berceceran begitu kertas-kertas print-printnan,,, lagi
bikin surat apa si bestiiii…
(+) “ Gue lagi bikin surat lamaran lagi nih say ,,, di tempat perusahaan Gue yang sekarang
karena pandemi jadi gulung tikar bestiii,,,,,,,
(-) “ Haaah,,,seriuss?”
(+) “ Seriusss,,,, makanya Gue sekarang lagi mau coba apply di perusahaan-perusahaan
lain,,,siapa tahu di kantor lo ada lowker, info-info yeee’ ke gue
(-) “ Ogituuu,,,, pengacara dong sekarang dirimu besti, penganguran banyak acaraa,,,
hahaha… eh betewe,,, dapat pesangon dong Lu besti,,,,
(+) “ Yeee,,, Lu tahu aja kalau eyke dapet say ,,, wkwkwkw, kenapa mau di traktir?? Ogah akh…
(-) “ So pasti laaah,,,, hahahaha… eh tapi enggak lupa juga kan kena potongan PPh final atas
pesangon itu?”
(+) “ Wah iya yaa,,,, bagaimana itu hitungan pajak atas pesangon say?”
(-) “ Jadi gini lho say ,,, Berdasarkan PMK No 16/PMK.03/2010 Pasal 1 ayat (4), uang
pesangon adalah penghasilan yang dibayarkan oleh pemberi kerja termasuk Pengelola
Dana Pesangon Tenaga Kerja kepada pegawai, dengan nama dan dalam bentuk apapun,
sehubungan dengan berakhirnya masa kerja atau terjadi pemutusan hubungan kerja
bestiii,,,,, termasuk uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak, naaah …
Atas penghasilan uang pesangon yang diterima oleh pegawai akan dikenakan dan
dipotong PPh Pasal 21 yang bersifat final, dan jangan lupa minta bukti potong formulir
1721 – VII nya yaa,,,,
(+) “ Ogituuu,,, baiklah,,, akan ku mintakan bukti potong nya deh, tumben Lu Update info
perpajakannya ..
(-) “ Harus dong bestiii,,, walaupun jobdesk Gue di kantor design grafis ini,,, tetap dong harus
update soal pajak,, memang dirimu, paling update soal drakor….hehehe
(+) “ Mantap sisst,,, eh aku punya es cream enak ini,,, yuk kita santap,,,,
(-) “ Wah mau mauuu,,,,, !@%^*@^*(@!&()!*_)
Berdasarkan PMK No 16/PMK.03/2010 Pasal 1 Ayat 4, uang pesangon adalah penghasilan yang dibayarkan oleh pemberi kerja termasuk Pengelola Dana Pesangon Tenaga Kerja kepada pegawai, dengan nama dan dalam bentuk apapun, sehubungan dengan berakhirnya masa kerja atau terjadi pemutusan hubungan kerja bestiii,,,,, termasuk uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak , naaah …
Atas penghasilan uang pesangon yang diterima oleh pegawai akan dikenakan dan dipotong PPh Pasal 21 yang bersifat final, dan jangan lupa minta bukti potong formulir 1721 – VII nya yaa,,,,
PPh pasal 21 atas pesangon tersebut wajib disetor ke Negara paling lama 10 hari setelah masa pajak berakhir dan dilaporkan pada SPT PPh 21 masa dengan membuat Formulir 1721-VII Bukti Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 (Final).
Tarif di atas merupakan tarif PPh Pasal 21 yang diterapkan atas jumlah kumulatif uang pesangon yang dibayarkan paling lama 2 tahun kalender dan bersifat final.
Apabila terdapat bagian dari pesangon yang diberikan secara bertahap pada tahun ketiga dan seterusnya, maka perhitungan PPh 21 pesangon dilakukan dengan menggunakan tarif Pajak Progesif PPh 21 yang baru saja diubah melaui RUU HPP yang dapat dilihat melaui link ini : Perubahan Tarif Pajak Progesif PPh 21 Orang Pribadi, Berlaku Tahun 2022 – SM Consulting Konsultan Pajak dan Payroll
