Pajak Untuk Pembangunan Daerah

(+) “Ehh..Dul,Lo tau enggak kenapa jalan di depan rumah Gue jadi bagus gitu?”

(-) “Emang kenapa??Mana Gue tau, emang Gue kulinya?Hahaha.”

(+) “Yeh..Gue serius nih, Lo tau enggak?”

(-) “Mmm…karena, itu jalanan depan rumah Lo??atau karena bokap Lo camat??”

(+) “Bukan oneng, itu karena masyarakat kita bayar pajak”

(-) “Lah..apa hubungannya??”

(+) “Ya ada hubungannya lah..,emang Lo pikir jalanan itu di bangun dari apa??”

(-) “Lah..Lo nanya Gue lagi emang Gue ikut ngebangun tuh jalan.hahaha

(+) “Ahh..susah..ngomong sama Lo, baru jadi kuli aja belagu.”

(-) “Biarin Gue kulinya Lo, keneknya ya??Asisten Gue.hehehe

(+) “Yee..enak aja Lo, eh…bokap-nyokap Lo bayar pajak enggak?”

(-) “Pajak?? buat apa? Emang ada manfaatnya?”

(+) “Lah..ya ada lah, Lo pikir jalanan dibangun make duit siapa, trus fasilitas-fasilitas negara dibangun pake duit siapa??”

(-) “Ya duit pemerintah lah..”

(+) “Terus pemerintah duit nya dari mana?”

(-) “Daaarrriiiii…….pada enggak ada sama sekali.hahahaha

(+) “Enggak nyambung ahh.., duitnya itu dari pajak yang kita bayar, pajak yang kita bayar itu sepenuhnya buat membangun negara dan fasilitas-fasilitas yang kita nikmati. Contohnya, jalan raya, rumah sakit, sekolahan.”

(-) “Alaaaahhh…buktinya jalanan di depan rumah Gue masih rusak.”

(+) “Lah..rumah Lo yang mana??Perasaan Gue, Lo kan  no maiden, hidupnya enggak menetap.hehehe

(-) “Daripada Lo, hidup Lo di atas pohon.hahaha

(+) “Ahh…masa Gue ngerebut tempat Lo sih.hehehe

(-) “Dasar Lo ye..kagak mau ngalah”

Back To Top