E-TRAPT Sebagai Bentuk Apresiasi atas Kepatuhan Wajib Pajak

Siang itu nampak hari begitu cerah di wilayah ibu kota. Tepat jam istirahat, Feri mengajak Rita pergi ke minimarket di sebrang kampus. “Mumpung jam istirahat kita nongkrong di minimarket sebrang sana yuk?” ajak Feri. Boleh juga Bro, bete juga kalo jam istirahat Cuma di halaman kampus aja hehe, “sahut Rita. Ya udah yuk langsung cus aja kita, Gue ingin minum yang dingin-dingin hehe, “ucap Feri. Kalo perlu kita pakai jurus ngilang aja biar cepet sampai hahaha, ‘”ledek Rita. 

Sesampainya ditempat tujuan, mereka langsung memesan yang di inginkan dan memilih tempat duduk untuk berbincang-bincang. Kita duduk disana aja yuk sambil ngobrol-ngobrol? “ajak Feri. Oke deh lumayanlah bisa istirahat sejenak otak kita hahaha, “ujar Rita. Sudah kayak kerja rodi aja Lo hahaha, ledek Feri. Iya ini otak Gue diajak kerja rodi tiap harinya mikirin kantor, mikirin hidup aja sudah banyak drama ditambah kerjaan hahaha, “ sahut Rita.  

Jiahaha jadi curcol nih, eh btw Pemprov Jakarta luncurkan E-TRAPT untuk menghimpun data transaksi wajib pajak ya? Terus apa bedanya dengan traping box Ta?” tanya Feri. Yang Gue tahu sih traping box yang merupakan perangkat keras, sedangkan E-TRAPT berupa agent software. Nah melalui E-TRAPT, Bapenda dapat mengumpulkan data transaksi wajib pajak yang terekam, sistem E-TRAPT akan mengusulkan jumlah pajak terutang yang harus disetorkan wajib pajak kepada pemrov. Sistem E- TRAPT juga menyederhanakan proses pelaporan pajak karena wajib pajak tidak perlu lagi mengirimkan perincian transaksi secara manual untuk pelaporan masa. Wajib pajak cukup mengisi Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (SPTPD). Dengan demikian, wajib pajak dapat fokus mengembangkan usaha tanpa terbebani proses administrasi yang rumit. “jawab Rita. 

Terus kalo ada wajib pajak yang mau gunain E-TRAPT bagaimana itu Ta?” tanya Feri. Ya langsung dilakukan pemasangan E- TRAPT  oleh tim Bapenda. Nah pemasangan E-TRAPT itu dilaksanakan berdasarkan rekomendasi dari Unit Pelayanan Pemungutan Pajak Daerah (UPPPD) dan suku badan. Wajib pajak juga dapat langsung mengajukan permohonan mandiri untuk pemasangan sistem E-TRAPT kepada UPPD atau Bapenda. Penerapan E-TRAPT merupakan bagian dari upaya modernisasi sistem perpajakan di DKI Jakarta. Bapenda berharap seluruh wajib pajak dapat beralih ke sistem E-TRAPT sehingga administrasi pajak makin tertata dengan optimal.”ungkap Rita. 

Tak terasa obrolan mereka pun sudah menunjukkan jam masuk kuliah kembali dan yang diminumpun tak terasa tela habis, Feri pun memesan kembali minuman untuik dibawa ke ruangannya. “Ya ampun enggak terasa ya sudah jam segini aja, Gue pesen minuman lagi ah biar enggak kering ini tenggorokan nanti, Lo mau sekalian engggak? “tawar Feri.  “Wuidih boleh juga itu tawaran Lo, tapi yang ini gratis yak hehe, ledek Rita. Tenang kalo Cuma minuman doank mah masih aman nih dompet hahaha.”ucap Feri. 

Back To Top