Cafetaxria Edisi 4
(+) “Tumben Bro libur dirumah aja?”
(-) “ Iya nih Gue lagi mager kemana-mana, pengennya dirumah aja santai sambil ngopi hehe”
(+) “ Iya sih, diluar juga lagi rame orang pada jalan-jalan. BTW Lo lagi ngapain nih?”
(-) “ Iya nih Gue lagi mau memahami e-Bupot unifikasi Bro.”
(+) “Apa tuh Bro e- Bupot Unifikasi?”
(-) “ Yang Gue pelajari sih e-Bupot merupakan aplikasi yang bertujuan untuk penyeragaman
atau penyatuan beragam jenis pajak.”
(+) “Owh gitu, terus pajak apa saja yang dilaporkan dengan aplikasi tersebut?”
(-) “ Ada 5 jenis pajak yang dilaporkan yaitu; PPh Pasal 4 ayat (2), PPh Pasal 15, Pasal
22, PPh Pasal 23 dan PPh Pasal 26 Bro.”
(+) “ Nah, terus ada enggak sih Bro keunggulan memakai e Bupot Unifikasi?”
(-) “ Pasti ada donk. Dengan memakai aplikasi berbasis web, data menjadi lebih aman
dan data akan tersimpan di server DJP sehingga bisa diakses kapanpun dan dimanapun.”
(+) “Terus siapa yang wajib menggunakan e Bupot?”
(-) “ Wajib Pajak yang sudah membuat bukti potong unifikasi dan SPT unifikasi sesuai
PER 23 tahun 2020 dan baru 5 KPP yang sudah wajib menggunakan aplikasi tersebut.”
(+) “ Berarti belum banyak ya Bro yang mengunakan aplikasi ini?”
(-) “ Iya untuk sementara ini sih baru beberapa saja, tapi nanti bakal diwajibkan mulai masa April
2022 sebagaimana yang diatur melalui PER 24 tahun 2021.
(+) “ Iya sih Bro, lalu apa yang perlu disiapkan sebelum menggunakan aplikasi e Bupot ini?”
(-) “ Iya si Wajib Pajak harus mempersiapkan dan memiliki Efin dan memastikan sertifikat
elektronik yang dimiliki masih berlaku.”
(+) “ Hadeh ternyata kering juga nih tenggorokan, enggak ada minum apa? hehe.”
(-) “ Ya ampun sampe lupa bawain minuman gegara Lo nyerocos terus hehe. Oke deh tunggu bentar yak.”(+) “ Oke deh enggak pake lama ya hehe.”
