Berapun jumlahnya tetap dikenakan pajak!

Jam menunjukkan pukul 1 siang, yang menandakan bahwa mata kuliah hari ini telah usai. Aqila dan Riana bergegas keluar ruangan tersebut, tiba-tiba sobatnya, yang bernama Riana ingin main ke tempat kost Aqila yang kebetulan tak jauh dari tempat kuliahnya. Aqila Gue mau ikut donk ke kost Lo, lagi bete Gue dirumah, “sahut Riana ke Aqila. “ Ayo kita lets go tapi sebelum kita ke kostan mampir bentar ke minimarket ya, “ujar Aqila. Oke siap, “jawab Riana. Sesampainya di tempat kost mereka pun langsung duduk santai di dalam kost ditemani secangkir minuman dan cemilan.

Wah enak juga Qil kostan Lo, makin betah Gue disini hehe,”ungkap Riana. Sengaja sih Gue cari tempat kost yang nyaman biar betah enggak bolak-balik pindahan, cape Gue kalo pindahan terus  Rin, “ujar Aqila. Iya sih Gue juga pernah ngerasain cape banget kalo mesti bolak balik pindah, “sahut Riana. 

Apalagi disini Gue juga sudah banyak kenalan ditambah banyak pilihan kuliner yang harganya murah meriah lagi, jadi makin betah Gue say, ungkap Aqila. Wah bagus donk kalo makin betah mah, Btw ini kan kost-kost tempat Lo kurang dari 10 pintu ini, kira-kira kena pajak enggak nih? “tanya Riana

Yang Gue pernah tahu sih, Usaha kos-kosan kerap menjadi sumber pendapatan pasif yang menggiurkan dan diimpikan banyak orang. Namun, ada hal yang kerap luput dari perhatian. Pajak rumah kos sebenarnya sudah diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 11 Tahun 2010 tentang Pajak Hotel. Peraturan tersebut menjelaskan hotel adalah penyedia jasa penginapan peristirahatan termasuk jasa terkait lainnya dengan dipungut bayaran, yang mencakup juga motel, losmen, gubuk pariwisata, wisma pariwisata, pesanggrahan, rumah penginapan dan sejenisnya, serta rumah kos dengan jumlah kamar lebih dari 10 (sepuluh). Setelah adanya Peraturan Daerah Provinsi DKI No 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, nomenklatur dari Pajak Hotel berubah menjadi PBJT Atas Jasa Perhotelan. Rumah kos dapat dimasukkan ke dalam kategori tempat tinggal pribadi yang difungsikan sebagai hotel. Hal ini sebagaimana diatur dalam Pasal 53 ayat (1) UU HKPD dan Pasal 47 ayat (1) Perda No 1 Tahun 2024 tentang penyediaan tempat tinggal pribadi yang difungsikan sebagai hotel termasuk salah satu jenis jasa perhotelan yang menjadi objek PBJT Jasa Perhotelan. Sehingga sesuai peraturan tersebut tetap di kenakan pajak daerah berapapun jumlah kamarnya, “jawab Aqila. 

Owalah Gue kira enggak dikenain pajak say secara Cuma sedikit kan jumlah kamar kost nya, “ujar Riana. Nah mumpung Lo disini, bantuin Gue dekor kamar yuk biar makin betah nanti Lo kesini lagi, “ujar Aqila. Hadeh jadi free asisten dulu ini Gue, tapi enggak apa-apa deh yang penting urusan perut mah lancar hehe, “ucap Riana.  

Back To Top