Enggak Bisa Liat Diskonan Dikit!
(+) “Lagi liatin apa sih? Daritadi Gue liatin serius banget”
(-) “Lo enggak liat apa itu lagi banyak diskon disana.”
(+) “Hadeh cape deh, Gue kira ada cogan lewat hehe
(-) “Hahaha kalo ada cogan mah Gue sudah ninggalin Lo.”
(+) “Tega bener sih Lo. Daripada liat dari kejauhan mending kita deketin saja, siapa tahu ada yang
mau dibeli
(-) “Wah iya ya, lets go lah kita kesana hehe
(+) “ Memang dasar ya perempuan enggak bisa liat diskonan dikit hahaha
(-) “ Oya Gue mau tanya donk, bagaimana perhitungan PPh 21 bulanan, ketika ada iuran
pensiun bulanan ke pihak DPLK sedangkan menurut PP 58, baru dihitung di bulan
Desember (akhir tahun), yang bisa menimbulkan risiko lebih bayar?
(+) “ Hmm perasaan itu sudah dibahas deh lusa lalu.”
(-) “ Ya lusa kemarin Gue absen soalnya jadi enggak tahu deh.”
(+)“Owalah pantesan. Nah Sesuai Pasal 2 PP 58/2023 beserta penjelasannya,
perhitungan PPh 21 untuk masa Januari-November menggunakan TER yang
sudah mempertimbangkan faktor pengurang penghasilan bruto berupa biaya
jabatan, iuran pensiun, dan PTKP. Antisipasi risiko lebih bayar di masa
Desember dapat dilakukan di masa November dengan mengatur pembayaran
imbalan yang menjadi objek PPh 21 di masa Desember. Agar tidak lebih bayar
di masa Desember, uang muka PPh 21 untuk masa November atau beberapa
masa sebelumnya dapat dikurangi dengan menurunkan objek pajaknya.
(-) “ Hmm gitu ya. berarti bisa di antisipasi ya i hehe.”
(+) Sudah kayak diskonan saja bisa di antisipasi segala hahaha.”
