Biar Kata Amburadul yang Penting Hatinya Tetap Bersinar Seperti Cahaya Listrik
(+) “Kita istirahat sebentar Yuk di masjid sebrang jalan itu? Sekalian nunggu bedug hehe”
(-) “ Wah iya ya cepet banget jarum jamnya jalan ya, sampe enggak terasa kalo udah mau
bedug aja.”
(+) “ Makanya Gue ajak belok dulu sambil istirahat sejenak lah.”
(-) “ Wah masjidnya bagus banget ya ditambah aksesoris lampunya yang bikin suasana hati
tambah tenang dan bercahaya hehehe.”
(+) “ Nah itu dia kenapa Gue lebih suka ke masjid daripada nongkrong enggak jelas hihihi.”
(-) “ Duileh sekarang sohib Gue jadi Sholeh gini, ada angin apa nih hehe”
(+) “ Gue yang dulu beda sama Gue yang sekarang Bro. Biar kata penampilan Gue amburadul
kayak gini, tapi hati Gue harus lebih bercahaya kayak masjid ini Bro.”
(-) “ Wuidih Gue suka gaya Lo yang sekarang Bro, lanjutkan Bro biar makin beraura jadinya
hehe.”
(+) “ Jiahahah udah kayak nama artis pake segala ada auranya.”
(-) “Owh ya ngomong-ngomong soal listrik tadi, Gue jadi inget tadi pas di kantor Gue sempet
baca sekilas tentang konsumsi listrik dikenai pajak daerah, Nah apakah atas konsumsi listrik
di masjid juga harus membayar pajak daerah Bro?”
(+) “ Kalo enggak salah itu peraturan terbaru yang ada di PP No 4 tahun 2023 tentang
pemungutan pajak Barang dan Jasa tertentu atas tenaga listrik ya?”
(-) “ Iya bener Bro itu peraturannya, tapi Gue masih belum paham soal yang tadi Gue tanyain
sama Lo.”
(+) “ Yang Gue tau sih, merujuk pada ketentuan Pasal 3 ayat (3) huruf b dalam PP Nomor 4
tahun 2023, dapat diketaui bahwa konsumsi tenaga listrik pada rumah ibadah dikecualikan
dari pengenaan PBJT-TL, sehingga tidak dikenakan pajak daerah Bro.”
