Kalo Ada yang Praktis, Kenapa Mesti Ribet!!!
Disebuah ruko ada salah satu otlet yang menjual pernak pernik aksesoris, Ganjar dengan gagahnya masuk kedalam salah satu ruko tersebut, dengan kagetnya Ganjar pun sontak menepuk bahu gadis yang ada di depannya tersebut. “Hay Mol kebetulan banget kita ketemu disini, udah lama enggak liat makin cantik aja Lo hehe,”sapa Ganjar sambil bermodus. Lo Ganjar, si tukang plaboy disekolah kita dulu kan? Beda banget sekarang, “ucap Moli.
Hadeh orang ganteng cool gini dibilang playboy, Gue ini tipe orang yang setia tau, “jawab Ganjar. Jiahaha setiap tikungan ada yak, “ledek Ganjar sambil memperhatikan aksesoris yang ada didepannya. Terserah apa kata Lo aja deh. Btw Lo lagi cari apa disini? “tanya Ganjar. Gue lagi ngecek dispaly barang-barang yang udah kosong disini sama mau Gue buat catatan, “Jawab Moli sambil mengarah ke lorong-lorong tempat menaruh aksesoris.
Whaaattt? Lo yang punya nih otletnya? “tanya Ganjar dengan wajah kagetnya. Alhamdulillah bisnis kecil-kecilan yang Gue rintis sejak jaman kuliah dulu, “jawab Moli penuh dengan senyum. Wuidih sobat Gue yang satu keren banget udah punya bisnis UMKM sendiri aja, “ucap Ganjar sambil memuji Moli. Ya sih tapi kadang suka pusing senidiri dibuat ribet sama pencatatan yang masuk, “keluh Moli.
Jangan dibuat ribet lah Mol, sekarang tuh ada aplikasi M-Pajak. Fitur ini diyakini dapat mempermudah wajib pajak UMKM dalam melakukan pencatatan. Caranya juga mudah kok, wajib pajak hanya perlu mengisi kolom tanggal dan nilai pemasukan. Wajib pajak juga hanya tinggal memilih tombol ‘tambah’ untuk membuat catatan UMKM yang baru. Selain itu, ada tombol ‘filter’ untuk mengurutkan daftar catatan berdasarkan pada bulan/tahun.
Selain itu Wajib pajak juga dapat mengubah list catatan UMKM yang telah dibuat dengan memasukkan jumlah pemasukan (omzet) terbaru pada kolom inputan. Bila sudah selesai, wajib pajak hanya perlu menyimpannya dengan memilih tombol ‘ubah catatan’. Dan fitur itu langsung menyediakan penghitungan pajak pengasilan sebesar 0,5% terhadap omzet atau pemasukan yang dicatat.”jawab Ganjar panjang kali lebar. Wah ternyata DJP (Direktorat Jenderal Pajak) ada aplikasinya toh, baru tau Gue hehe, “ucap Moli. Iya pasti ada donk, kalo ada yang praktis, kenapa mesti ribet!!!
