Apakah Wajib Ber PKP Meskipun Kurang Dari 4,8 M?
Jam dinding telah menunjukkan tepat pukul 3 sore yang menadakan bahwa mata kuliah hari ini telah usai. Rani yang masih duduk manis di bangkunya tersebut, tak menghiraukan teman-temannya beranjak keluar ruangan. Doni yang tengah bersiap membereskan tasnya dan melihat sobatnya masih santai di tempatnya, ia pun bergegas menuju tempat duduk rani yang tak jauh darinya. Woy udah jam pulang bukannya siap-siap malah asyik sama gadget Lo,”ujar Doni. Iya nih Gue masih belum pengen balik, masih ada yang ganjel hehe. “jawab Rani. Emangnya Lo lagi mikirin apa sih? “tanya Doni.
Hmm Gue masih belum paham sih, bagaimana bila penghasilan dari jasa persewaan selain untuk melayani tamu tersebut tidak pernah melebihi Rp4,8 miliar setahun, apakah wajib di kukuhkan menjadi PKP? “tanya Rani. Yang Gue tau sih Sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 197/PMK.03/2013 hal tersebut termasuk Pengusaha Kecil PPN yang tidak wajib untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak. Bila seseorang memenuhi kriteria ini dan tidak mengajukan diri untuk dikukuhkan sebagai PKP, maka orang tersebut tidak boleh memungut PPN.
Namun, jika penyerahan jasa persewaan selain untuk melayani tamu melebihi Rp4,8 miliar setahun, maka wajib mengajukan diri untuk dikukuhkan sebagai PKP satu bulan setelah penyerahan BKP dan/atau JKP mencapai Rp4,8 miliar. Setelah jadi PKP WP musti melaksanakan seluruh kewajiban PKP yaitu, MEMUNGUT PPN atas penyerahan BKP dan/atau JKP, MENYETOR kan kekurangan bayarnya dan MELAPORKAN SPT Masa PPN. Dan pajak masukan yang dapat dikreditkan hanyalah pajak masukan sehubungan dengan perolehan penghasilan yang merupakan obyek PPN, “jawab Doni.
Sambil mendengarkan apa yang di jelaskan oleh sahabatnya itu, Rani yang masih mencerna kata-kata yang sampaikan lalu tiba-tiba di kagetkan oleh suara pecahan kaca yang berasal dari sebuah meja yang berisikan vas bunga yang terbuat dari keramik yang tidak sengaja di sengol oleh seekor kucing yang menghampiri meja tersebut. Hadeh nih kucing bikin gagal fokus aja dah, “keluh Rani. Jiahahaa berarti tuh kucing mau ikutan dengerin kali biar makin pinter di dunia perkucingan, “ledek Doni.
“Hahahha bisa aja Lo, ya udah yuk kita cari makan, Gue laper nih, “ujar Rani. Wkwkwk ternyata Lo marah-marah itu nahan laper toh, sampe kucing kena semprot juga sama Lo, “ledek Doni sambil bergegas menuju kantin.
